Kejayaan Kekhalifahan = Muhammad Al Fatih?

Indonesia darurat literasi. Semakin banyak yang mengandalkan berita dari situs-situs nggak jelas, copy-paste atau share/forward segala macam kisah salah kaprah yang sebenarnya mudah diverifikasi kalau saja kita semua mau sedikit ke museum/perpustakaan, membaca buku dan (kalau bisa) menelusuri jejak-jejak sejarah langsung dari artefak masa lalu.

Salah satunya menyangkut “kejayaan kekhalifahan”. Dari kader PKS sampai aktivis HTI mengagungkan Muhammad Al Fatih sebagai simbol (dan inspirasi) perjuangan umat Islam. Yang diceritakan berulang-ulang selalu mengenai kehebatan pasukannya merebut Konstantinopel (waktu itu ibukota Romawi Timur, sama pentingnya bagi umat Katholik seperti Vatikan sekarang). Padahal, kemenangan itu bukan hasil kerja semalam sewaktu 70 kapal dipindahkan melalui daratan melainkan sudah dirintis sejak hampir seabad sebelumnya oleh kakek buyutnya.

Murad Gazi bin Orhan bin Osman memerintah tahun 1362-1389. Di masanya, perluasan kekuasaan sangat intensif ke Benua Eropa hingga berhasil memindahkan ibukota Osmanli Beyligi (Emirat ‘Utsmaniyyah) dari Bursa di Benua Asia ke Edirne di tahun 1365.

Tahun 1383, Murad mengubah gelarnya dari gazi menjadi sultan, emirat itu berubah menjadi Devmenjadi Devlet-i Âliye-yi Osmâniyye (dalam Bahasa Arab: “Daulah ‘Aliyah ‘Utsmaniyyah”).

Anaknya, Sultan Bayezid bin Murad bin Orhan bin Osman (1389-1402) membangun Benteng Anadolu, tapi masih gagal menaklukkan Konstantinopel.

Sultan Mehmed bin Bayezid bin Murad bin Orhan bin Osman kemudian melanjutkan ekspansi militer ke Albania dan Armenia.

Sultan Murad bin Mehmed bin Bayezid bin Murad bin Orhan bin Osman meluaskan wilayah kesultanan terus hingga ke Serbia dan Hungaria.

Ketika Sultan Mehmed bin Murad bin Mehmed bin Bayezid bin Murad bin Orhan bin Osman naik tahta tahun 1451, praktis Konstantinopel sudah terkepung walaupun memang masih sulit ditaklukkan. Sultan Mehmed memerintahkan pembangunan Benteng Rumeli di tahun 1452 baru setahun kemudian berhasil menaklukkan Konstantinopel tanggal 29 Mei 1453 pada saat usianya 21 tahun. Konstantinople lalu diganti nama menjadi Istanbul, ibukota kesultanan dipindahkan ke sana dari Edirne.

capital

Ekspansi dijalankan terus oleh dinasti itu hingga akhirnya cucu Sultan Mehmed, yaitu Sultan Selim bin Bayezid bin Mehmed bin Murad bin Mehmed bin Bayezid bin Murad bin Orhan bin Osman, berhasil menaklukkan sebagian Afrika Utara dan Semenanjung Arab.

Karena Sultan Selim mulai tahun 1517 berkuasa Al Quds dan Hijaz (meliputi Makkah dan Madinah), berhaklah mengambil alih gelar khalifah dari Al-Mutawakkil (khalifah terakhir dari Bani Abbasiyah yang beribukota di Kairo saat itu).

Jadi nih ya, keberhasilan penaklukkan Konstantinopel tahun 1453 itu bukan semata prestasi Sultan Mehmed Al Fatih, melainkan sudah dirintis oleh kakek moyangnya sejak Sultan Murad Al Shahid.

Nah, kalau mengagungkan kekhalifahan dengan bernostalgia atas kejayaan Al Fatih mah salah kaprah. Sultan Mehmed ya “hanya” sultan. Cucunyalah, Sultan Selim bin Bayezid bin Mehmed (bergelar “Al Yafuz”), yang berhasil menjadi khalifah (64 tahun setelah penaklukkan Konstantinopel).

(peta diambil dari: http://kids.britannica.com/comptons/art-678/Expansion-of-the-Ottoman-Empire?)

Belanja di www.blanja.com

Pasar e-commerce di Indonesia ternyata cukup menarik buat perusahaan-perusahaan penyedia jasa telekomunikasi selular di Indonesia. Tahun 2013, XL membangun www.elevenia.co.id lalu Indosat menyusul dengan www.cipika.co.id setahun kemudian. Yang paling anyar adalah www.blanja.com dari Telkom (berdasarkan catatan dari https://dailysocial.id/post/telco-dan-e-commerce-definisi-baru-telecommerce-di-indonesia).

Hari ini ada promo menarik dari Blanja, diskon Rp.50,000 untuk harga barang lalu setelah ditambah dengan ongkos kirim pun pembeli cukup hanya membayar setengahnya dengan memasukkan kode e-voucher.

BLJ1

BLJ2

Jadilah saya membeli sepotong blus biru berbahan katun ini. Mumpung ukurannya pas, lebar bahu = 41 cm, lingkar dada = 108 cm, panjang tangan = 56 cm, lingkar pinggang = 110 cm, panjang baju = 88 cm.

99159_cassia-top-in-blue_royal-blue_AVQ3R

Harga asli di www.hijabenka.com = Rp.207,500.

BLJ4

Harga diskon = Rp.156,000.

BLJ3

Tagihan = Rp.156,000 – Rp.50,000 = Rp.106,000 ditambah ongkos kirim = Rp.9,900 menjadi Rp.115,900 lalu diskon 50% sehingga cukup dibayar Rp.57,950. Lumayan…

BLJ5

🙂

71 Tahun Indonesia Merdeka

Setiap menjelang 17 Agustus begini selalu hadir perasaan “gw anak kolong”.
Almarhum ayah saya (teman sekelas Jenderal Wiranto) sempat bertugas sebagai instruktur di AKABRI semasa SBY masih taruna (makanya saya kelahiran Magelang walaupun asli Baturaja, Sumatera Selatan) namun pindah ke satuan tempur, 1979-1983.
Batalyon infanterinya selalu berangkat ke medan perang menumpas pemberontakan, mempertahankan setiap senti NKRI agar masih dalam satu kesatuan di bawah satu pemerintahan. Gerakan Aceh Merdeka. Daerah Operasi Militer. Menulis ini pun membuat mata saya basah karena teringat masa-masa dulu sekeluarga prajurit ramai-ramai menjemput ayah/suami tercinta pulang dari berjuang…ada yang sehat, ada yang cacat, ada yang tinggal nama.
Ayah saya mengajukan pensiun dini sewaktu saya di bangku SMA, namun tak terlupakan ekspresi marahnya ibu saya saat kami di rumah menonton televisi menyaksikan lepasnya Timor Timur dari NKRI. Dengan darah pernah tanah itu menjadi milik Indonesia, semudah itu pengorbanan para prajurit ditiadakan.
Pada saat Anda tertidur nyenyak di ranjang empuk memeluk istri tersayang di kamar yang aman dan nyaman, tahukah Anda bahwa ribuan prajurit Indonesia malam ini berada di belantara? Mereka memanggul senjata, perbekalan (terus terang saya suka sekali makan nasi kaleng ransum tentara), merayap di kubangan dan kegelapan…memastikan Anda besok pagi bangun masih menyaksikan bendera merah putih berkibar di pucuk tiang-tiang di seantero negeri ini.
Operasi mereka senyap. Tak perlu dikoar-koarkan. Mereka jaga Anda jauh dari ancaman sesama rakyat Indonesia yang merasa berhak mendirikan pemerintahan sendiri atas nama suku atau agama atau ras…sementara anak istri mereka harus selalu siap dengan kenyataan terburuk bahwa mungkin besok pagi mereka bangun sebagai yatim atau janda.
Atas nama suku atau agama atau ras telah terjadi gerakan separatis yang meluas di banyak negara. Anda masih akan tinggal di rumah yang sama besok, minggu depan, bulan depan…tapi jutaan rakyat di Irak, Suriah, Somalia dll malam ini sedang dalam perjalanan laut maupun darat meninggalkan kampung halaman untuk menyelamatkan diri, mencari penghidupan yang lebih baik di negara-negara lain (dan status mereka berubah dari “penduduk” menjadi “pengungsi”).
Saya yakin Anda besok akan diingatkan untuk berterima kasih kepada Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir, Haji Agus Salim dll atas jasa beliau semua memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui jalan politik dan berdiplomasi…sudahkah Anda berterima kasih kepada para prajurit yang merelakan badannya menghadang peluru untuk kita semua?
Merasa tak perlu berterima kasih karena merasa “belum merdeka”? Coba bertanya kepada penduduk Palestina bagaimana rasanya masih terjajah di abad ke-21 ini lalu bandingkan dengan betapa merdekanya Anda sebagai WNI.
MERDEKA!

Turks, ribet amat sih loe…

160809-putin-erdogan-0902_3df7e96b656b6aa94ea9159d3e7ee8ef.nbcnews-ux-2880-1000

Foto di atas sempat menjadi viral belakangan ini dengan berbagai versi sotosop setelah Erdogan akhirnya minta maaf atas kekonyolannya.

 

Turki itu anggota NATO.

http://www.nato.int/cps/en/natolive/nato_countries.htm

NATO itu apa sih? Singkatan dari North Atlantic Treaty Organization, ini adalah aliansi 28 negara di Amerika Utara dan Eropa, berdiri sejak 4 April 1949. Setiap anggota menanda-tangani perjanjian bahwa penyerangan terhadap salah satu negara anggota NATO akan dianggap menyerang seluruh 28 negara itu, jadi 27 negara yang lain akan membantu dengan kekuatan militer masing-masing.

NATO ini jelas diadakan sebagai “organisasi gotong royong” menghadapi kemungkinan serangan Rusia, China, dll. Turki bergabung sejak 18 Februari 1952, berbarengan dengan Yunani, walaupun akhirnya Yunani sempat keluar karena ada ketegangan saat Turki mencoba menginvasi Cyprus di tahun 1974.

https://en.wikipedia.org/wiki/Member_states_of_NATO#Original_and_joining_members

Kok Turki berani nembakin pesawat Rusia, 8 bulan yang lalu? Erdogan aja yang sok jago, dia pikir Rusia akan balas menyerang lalu semua 27 negara NATO yang lain akan bantuin Turki mengingat saat ini ada “titipan” 50 unit bom nuklir milik US di Incirlik.

http://www.zerohedge.com/news/2016-08-10/after-turkey-warns-west-may-lose-country-nato-reminds-ankara-it-still-alliance-membe

“Only Allah knows why they did it,” Putin said about the downing in an hour-long address to Russian lawmakers and other public figures, Russia’s own state of the union address. “And I guess Allah decided to punish the ruling clique in Turkey by stripping it of its sanity.” (artinya: “Dan sepertinya Allah telah memutuskan menghukum kelompok penguasa di Turki dengan menghilangkan kewarasan mereka.”)

https://www.washingtonpost.com/news/worldviews/wp/2015/12/03/russias-putin-says-allah-is-punishing-turkeys-rulers/

Putin nggak terpancing lah. Cukup dibikin miskin aja tuh, import dari Turki dihentikan, proyek-proyek kerja sama investasi dibekukan, dan semua perjalanan wisata turis-turis dari Rusia dibatalkan.

http://www.reuters.com/article/us-mideast-crisis-russia-turkey-ties-fac-idUSKCN0ZD27M

Hilanglah pendapatan negara itu sebesar US$30 milyar (sekitar Rp.390 trilyun) semasa 8 bulan konflik dengan Rusia.

http://sputniknews.com/politics/20160810/1044118544/russia-turkey-putin-erdogan.html

Sebenarnya sih nggak keruan gitu karena keribetan di bawah ini yang mereka bikin sendiri.

– Turki mendukung ISIS.

http://www.globalresearch.ca/more-evidence-of-turkeys-support-of-the-islamic-state-isis-in-liaison-with-us-and-nato/5500916

– Membanjirlah pengungsi dari Suriah ke Turki.

http://www.aljazeera.com/indepth/features/2016/07/syrian-refugees-struggles-turkey-intensify-160717072943845.html

– Kemudian Turki mengancam akan mengarahkan semua pengungsi itu ke Benua Eropa kecuali Turki diterima menjadi anggota Uni Eropa dan warganya bebas visa ke negara-negara itu, eh tetap aja “nggak dianggep”.

http://www.theweek.co.uk/24083/turkey-and-the-eu-the-pros-and-cons-of-membership

Lagian Turki itu negara yang sebagian besar wilayahnya di Benua Asia (berbatasan dengan Suriah, Irak, Iran) lhooo…cuma segelintir yang berada di Benua Eropa. Selat Bosphorus itu membagi kota Istanbul menjadi “European side” di sebelah barat dan “Asian side” di sebelah timur.

turkey-map

Sewaktu terjadi kudeta gagal tanggal 15 Juli 2016 lalu, NATO dan negara-negara Uni Eropa sama sekali nggak mengulurkan bantuan sehingga Erdogan menengok ke seberang jendela.

http://www.jpost.com/Middle-East/Analysis-Turkey-let-down-by-West-looks-for-alternative-superpower-support-in-Russia-463694

Lanjutan dramanya, Turki “menuduh” US di belakang kudeta ecek-ecek itu.

http://sputniknews.com/politics/20160811/1044149692/erdogn-need-russia-turkey-isolation.html

Terutama karena US menolak mengekstradisi lawan politik Erdogan dari Pennsylvania, Fethullah Gullen (tadinya karib tapi jadi berseberangan sejak tahun 2013 sesudah terbongkar skandal mega-korupsi yang melibatkan anaknya Erdogan).

http://www.express.co.uk/news/world/693060/US-Turkey-relations-diplomatic-row-America-refuses-extradite-Fethullah-Gulen

Belakangan anaknya itu sedang kena masalah pencucian uang di Italia.

http://www.independent.co.uk/news/world/europe/bilal-erdogan-italy-investigates-turkish-presidents-son-over-money-laundering-allegedly-connected-to-a6879871.html

Yo wis, temenan lagi aja deh sama Rusia dan Israel.

http://www.huffingtonpost.com/entry/turkey-russia-israel-relations_us_57716029e4b017b379f6b5cd

Nulis surat minta maaf dulu dong.

http://www.hurriyetdailynews.com/erdogans-apology-.aspx?pageID=238&nID=102537&NewsCatID=403

Lalu ketemuan. Peace, Bro!

http://www.nbcnews.com/storyline/turkey-military-coup/turkey-s-erdogan-meets-russia-s-putin-new-page-restored-n626101

Moral of the story: Jagalah kewarasan.

http://nsnbc.me/2014/05/12/turkey-leading-mps-and-doctors-question-prime-minister-erdogans-sanity/

Saya juga ngefans kok sama sultan-sultan Turki, tapi Erdogan khan bukan sultan!

Walaupun saya gregetan sama WNI yang segitunya Erdogan-lover sampai jungkir balik jadi Jokowi-hater, tapi saya mengagumi Osmanli Imperatorlugu (Ottoman Empire atau Kekaisaran Osman).

504px-Osmanli-nisani.svg

Nama “Osman” (versi Persian untuk ‘Utsmãn عثمان dalam Bahasa Arab) diambil dari nama Osman Bey. Sultan ini memerintah tahun 1299-1326 lalu keturunannya yang melanjutkan pemerintahan dan memperluas wilayah kekuasaan ke segala penjuru dari pusat awal pemerintahannya di Bursa (berada di tengah-tengah Republik Turki sekarang). Kesultanan keturunan Jenghis Khan ini mampu menaklukkan kerajaan-kerajaan Eropa saat Inggris, Prancis, Spanyol dll tidak mampu mengambil sejengkal pun wilayah di Semenanjung Arab dan Timur Tengah (sehingga bule-bule itu memilih mengirim ekspedisi laut untuk menjajah kerajaan-kerajaan di Asia Selatan, Asia Tenggara, Benua Amerika, Benua Australia yang pemimpin dan penduduknya gampang dikadali).

Dalam bahasa mereka, imperium itu disebut Devlet-i Aliyye-yi Osmaniyye (دَوْلَتِ عَلِيّهٔ عُثمَانِیّه) atau Daulah Aliyah ‘Utsmãniyyah. Mereka tidak menggunakan sebutan Daulah Islamiyyah (kadang disingkat “daesh”) alias Islamic State yang digunakan gerombolan pemberontak di Irak-Suriah. Juga tidak “Darul Islam” seperti nama gerombolan pemberontak DI/TII yang panglimanya ayah dari mantan Ketua Dewan Syuro PKS (http://m.tribunnews.com/nasional/2011/05/05/pks-benarkan-ayah-hilmi-mantan-panglima-ditii-wilayah-pantura).

Bagaimana pun, Osmanli Imperatorlugu benar-benar mengagumkan bisa berkuasa turun temurun selama 625 tahun (1299-1924). Imperium ini pada masanya paling makmur di dunia. Pada saat istana-istana di Eropa masih jorok (nggak usah diceritain deh gimana bule-bule itu “cebok kering” dan jarang mandi), seluruh istana sultan-sultan dinasti Osman sudah dilengkapi kakus yang higienis dan sistem distribusi air yang canggih (untuk kebutuhan wudhu dan membersihkan diri).
Istana Dolmabahçe sampai sekarang masih memiliki lampu gantung “chandelier” terbesar di dunia, juga karpet terindah dan terluas di masanya (https://perjalananbunda.wordpress.com/2014/01/05/dolmabahce-palace-istanbul-turkiye/).

Bangunan ini termasuk bangunan pertama di dunia yang seluruhnya dialiri listrik untuk penerangan dam sistem pemanasan, salah satu elevator pertama di dunia juga terpasang di istana itu.

Jauh sebelum Wright bersaudara menerbangkan pesawat hasil eksperimen mereka di akhir abad ke-19, Ahmed Çelebi sudah mencoba terbang dari atas Menara Galata (https://en.m.wikipedia.org/wiki/Hez%C3%A2rfen_Ahmed_%C3%87elebi) di abad ke-16 atas dukungan kekhalifahan Osman.

Kekhalifahan ini adalah pemerintahan pertama di dunia yang menggunakan teknologi telekomunikasi modern yaitu telegraf (http://www.fazilettakvimi.com/en/2016/6/25.html) sejak 179 tahun yang lalu.

Ratusan tahun tak terkalahkan kekuatan militernya, ternyata pada akhirnya kesultanan runtuh dan kekhalifahan bubar justru oleh panglima perangnya sendiri, Mustafa Kemal (mirip seperti Bung Karno dijatuhkan oleh Soeharto di tahun 1966).

Sebenarnya waktu itu sudah ada gerakan pan-Islamisme untuk “menyelamatkan kekhalifahan” dengan dimotori sekelompok Muslim di India (http://encyclopedia.1914-1918-online.net/article/khilafat_movement). Apalah daya, mereka tidak bisa banyak bergerak karena negeri mereka sendiri masih dijajah Inggris.

By the way ketika akhirnya Inggris memberikan kemerdekaan kepada negeri di Asia Selatan itu (tahun 1947), British India dipecah menjadi India dan Pakistan. Pakistan kemudian pecah lagi menjadi Pakistan dan Bangladesh. Sayang sekali…karena seandainya “partition” (https://en.m.wikipedia.org/wiki/Partition_of_India) itu tidak terjadi maka saat ini Liga Muslim India akan menjadi biggest Muslim union yang jauh lebih besar jumlah anggotanya (178 juta orang di Pakistan + 145 juta orang di Bangladesh + 172 juta orang di India) daripada jumlah seluruh penduduk Muslim di Indonesia (sekitar 205 juta orang).

So, sebenarnya saya kagum banget sama sultan-sultan Turki. Osmanli Imperatorlugu menjadi kekhalifahan setelah Sultan Selim bin Bayezid bin Mehmed (cucunya Sultan Mehmed Al Fatih) menaklukkan Mesir di tahun 1517 (64 tahun setelah penaklukkan Konstantinopel) lalu mengambil alih gelar khalifah dari Al-Mutawakkil III (khalifah terakhir dari Bani Abbasiyah yang terakhir berpusat di Kairo, https://desrinda.wordpress.com/2014/01/14/kekhalifahan-dunia-islam/).

Jadi, ketimbang mengidolakan Erdogan mbok ya Sultan Selim Al Yavuz (Sang Perkasa) aja.

Gelar lengkap Sultan Selim dan sultan-sultan sesudahnya sebagai khalifah: Malik ul-Barreyn, wa Khakan ul-Bahrayn, wa Kasir ul-Jayshayn, wa Khadim ul-Haramayn. Artinya: Raja dua benua (Eropa dan Asia), penguasa dua laut (Laut Mediterania dan Laut Merah), penakluk dua pasukan (Eropa dan Persia), pelayan dua tempat suci (Makkah dan Madinah).

Gelarnya Erdogan selain Walikota Istanbul (1994-1998), Perdana Menteri Turki (2003-2014), Presiden Turki (2014-2019) apa sih? #nanya

Jum’at Mubarak! ALIF, Alhamdulillah It’s Friday!

Another Kebab Dinner

I like kebab, or also known as patty (https://en.m.wikipedia.org/wiki/Patty). My recipe is always simple: Freshly ground meat (not canned), mixed with chopped onion, egg, salt, black pepper plus a small amount of flour (to make it easier to shape).

Measurement? Usually 250 gram of meat should need two medium size onions and two eggs, other ingredients would depend on my feeling (but I really like lots of black pepper!).

I always cook it by using Happy Call pan. Method:
– Shape those mix with hands, put it on the pan.
– Pour drinking water on spaces around those patties (not over them) until soaking.
– Pour cooking oil (olive oil would be best) all over patties and water.
– Close the pan tightly, turn fire on at highest temperature and let the water boils (usually only within a couple of minutes).
– Turn fire to smallest level (because it’s slow food, not fast food), let it for 20-25 minutes until one side of those patties become cooked, then cook another side for another 20-25 minutes.

Here is the result:

image

Looks good, smells good, tastes good!

To eat these kebabs:

– Wrap it in chapatti (flat bread), add mayonnaise, fresh lettuce and tomatto…plus chili/tomato sauce (middle eastern style).

image

– Have it with buttered rice topped with soy sauce…plus chili sauce (Indonesian style).

image