Seandainya Saya Ngobrol dengan Koh Ahok

​”Koh, ini got di depan rumah saya dari zaman kumpeni sampai sekarang udah ganti 3 penjajah, udah ganti 7 orang Presiden RI…masih mampet aja nih, gimana sih? Tanggung jawab dong! Jangan sampai keburu ganti lagi Gubernur DKI eh ini got masih tetap mampet…”

“Des, ini pemilihan khan dimajuin, jadi kalau saya tidak terpilih pun, saya berhentinya Oktober 2017. Jadi saya masih bisa melancarkan got mampetnya sekalipun saya tidak terpilih jadi gubernur. Jadi saya ingin ceritanya kamu semangat. Jadi nggak usah pikiran, ah, nanti kalo nggak kepilih, pasti, Ahok nggak mau lagi ngurusin got mampet ini. Nggak, saya sampai Oktober 2017.
Jadi jangan percaya sama orang, khan bisa saja dalam hati kecilmu, nggak bisa pilih saya, ya — dibohongi pakai surat Al Maidah surat 51 macam-macam gitu lho. Itu hakmu ya. Jadi kalau kamu perasaan, nggak bisa pilih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya, nggak apa-apa. Karena ini kan panggilan pribadimu. Saya bersihin got ini jalan saja.

Ya jadi kamu nggak usah merasa nggak enak, dalam nuraninya nggak bisa pilih Ahok. Nggak suka ama Ahok tapi programnya…gue kalo terima, gue gak enak dong ama dia, gue utang budi.

Jangan. Kalau kamu punya perasaan nggak enak, nanti mati pelan-pelan lho kena stroke. Jadi ang…bukan anggap. Ini semua adalah hak kamu sebagai warga DKI. Kebetulan saya gubernur mempunyai program ini. jadi tidak ada hubungannya dengan perasaanmu mau pilih siapa. Ya, saya kira itu.

Kalau yang benci sama saya, jangan emosi, terus dicolok, waktu pemilihan, colok foto saya. Wah, jadi kepilih lagi saya. Jadi kalau benci sama saya, coloknya musti berkali-kali baru batal.”
“Lho, kok malah menista Qur’an sih Koh? Kita ngomongin got mampet ini. Bukan bahas ajaran agama!”

“Des, keluarga angkat saya itu Muslim lho. Saya juga pernah terpilih menjadi Bupati Belitung Timur yang penduduknya mayoritas Muslim. Sekarang saya sedang mengikuti Pilkada DKI yang penduduknya 85% beragama Islam. Apakah kamu pikir saya ini gila sebagai minoritas kok berani menista Islam? Saya khan ingin menang pilkada, masa’ saya bisa menang kalau saya menista agama yang dianut oleh sebagian besar konstituen?”

“Ya jangan bilang dibohongi pakai Al Maidah 51 dong Koh. Saya khan tersinggung. Lagian emangnya siapa yang dibohongi? Siapa yang membohongi? Kenapa ngomong gitu sih Koh? Gue khan tersinggung kok non-Muslim berani-beraninya ngutip ajaran Islam. Omongan kayak gitu di sini bikin marah banyak orang, Koh!”

“Yang pasti saya sampaikan kepada semua umat Islam, ataupun orang yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam ataupun Al Quran. Saya tidak anti-Islam. Selama menjabat sebagai Gubernur DKI, saya tak pernah menunjukkan diskriminasi terhadap umat Islam. Hal itu ditunjukkan dengan memberi izin kepada sekolah Islam, pemberian Kartu Jakarta Pintar untuk madrasah, dan membangun masjid. Kamu bisa lihat tindak tanduk saya, ada nggak mau musuhin Islam. Makanya saya minta maaf untuk kegaduhan ini…”

“Gue nggak terima, Koh. Pokoknya gue akan lapor ke polisi supaya Kokoh ditangkap, nggak boleh ikutan Pilkada DKI lagi supaya siapa pun yang terpilih antara Agus/Sylvi atau Anies/Sandi bukan China kafir yang jadi Gubernur DKI berikutnya!”
Sumber: http://m.cnnindonesia.com/politik/20161010133557-32-164393/ahok-minta-maaf-soal-surat-al-maidah/

Jangan Mengambil Hak Allah

Seorang teman semalam curhat, “Des…aneh, yaaa…kok teman-teman kita sekarang mudah banget me-munafik-kan orang dan meng-kafir-kan orang?”

Yang dimaksud dengan “me-munafik-kan”/”meng-kafir-kan” dalam curhatan itu bukanlah “menjadikan orang lain munafik/kafir” melainkan perilaku beberapa teman-temannya (juga beberapa teman-teman saya) yang belakangan ini gencar menuding sesama Muslim sebagai munafik, bahkan kafir, murtad dll hanya karena berbeda pandangan politik (dalam rangka kasus “penistaan agama”-nya Ahok).

Komentar saya, “Ada Hadist-nya tuh…”

Dia tanya, “Loe sudah share di Facebook?”

Saya jawab, “Gw sudah copy tapi belum publish. Bentar ya gw rapikan dulu…”

Apa boleh buat, Hadist yang saya baca hampir sebagian besar dalam Bahasa Inggris karena diakses melalui aplikasi di gawai saya, jadi terkadang butuh waktu juga untuk menuliskannya kembali dalam Bahasa Indonesia supaya redaksinya gampang dipahami tanpa banyak berubah dari terjemahan secara literal (pun kadang kurang pas terjemahannya berhubung saya baru banget belajar Bahasa Arab ini…jadi silahkan koreksi saya yaaaa…).

Berikut Hadist yang saya maksud: https://sunnah.com/abudawud/43/129

abidawud4901

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ بْنِ سُفْيَانَ، أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ ثَابِتٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ عَمَّارٍ، قَالَ حَدَّثَنِي ضَمْضَمُ بْنُ جَوْسٍ، قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏ “‏ كَانَ رَجُلاَنِ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ مُتَآخِيَيْنِ فَكَانَ أَحَدُهُمَا يُذْنِبُ وَالآخَرُ مُجْتَهِدٌ فِي الْعِبَادَةِ فَكَانَ لاَ يَزَالُ الْمُجْتَهِدُ يَرَى الآخَرَ عَلَى الذَّنْبِ فَيَقُولُ أَقْصِرْ ‏.‏ فَوَجَدَهُ يَوْمًا عَلَى ذَنْبٍ فَقَالَ لَهُ أَقْصِرْ فَقَالَ خَلِّنِي وَرَبِّي أَبُعِثْتَ عَلَىَّ رَقِيبًا فَقَالَ وَاللَّهِ لاَ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكَ أَوْ لاَ يُدْخِلُكَ اللَّهُ الْجَنَّةَ ‏.‏ فَقُبِضَ أَرْوَاحُهُمَا فَاجْتَمَعَا عِنْدَ رَبِّ الْعَالَمِينَ فَقَالَ لِهَذَا الْمُجْتَهِدِ أَكُنْتَ بِي عَالِمًا أَوْ كُنْتَ عَلَى مَا فِي يَدِي قَادِرًا وَقَالَ لِلْمُذْنِبِ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِي وَقَالَ لِلآخَرِ اذْهَبُوا بِهِ إِلَى النَّارِ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَكَلَّمَ بِكَلِمَةٍ أَوْبَقَتْ دُنْيَاهُ وَآخِرَتَهُ ‏.‏
Diceritakan oleh Abu Hurayrah:

Aku mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda tentang dua orang lelaki dari Bani Israil yang saling mengenal sejak lama yang sama-sama memiliki keinginan yang sama untuk akhirat (mujtahid fil ibadah). Lelaki yang satu kemudian berbuat dosa sementara lelaki yang lain selalu berusaha beribadah sebaik-baiknya.

Lelaki yang rajin beribadah itu terus-terusan mengamati temannya melakukan dosa kemudian berkata, “Hentikan perbuatanmu!”

Di hari lain, dia melihat temannya melakukan dosa (lagi) maka dia berkata, “Hentikan perbuatanmu!”

Temannya menjawab, “Biarkan aku dengan Tuhanku. Apakah Allah mengirimmu untuk menjadi pengawasku?”

Lelaki itu berkata, “Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu, dan tidak akan Allah memasukkanmu ke surga!” (wallahi la yaghfirullah laka aw la yud khilukal jannah)

Pada akhirnya keduanya dipanggil menghadap Rabbal Alamin (Sang Pemilik Alam Semesta).

Allah bertanya kepada lelaki yang rajin beribadah itu, “Apakah kau mengerti tentang Aku atau apakah kau memiliki kekuatan yang Aku miliki?”

Allah lalu berkata kepada lelaki yang telah berbuat dosa: “Masuklah ke dalam surga atas rahmat-Ku!” (fadkhulil jannata birahmati)

Tentang lelaki yang satu lagi (yang rajin beribadah tapi menuding yang lain sebagai pendosa), Allah berkata: “Masukkan dia ke dalam neraka!” (lil akhariz habu bihi ilannar)

Abu Hurayrah berkata: Dan demi Sang Pemilik Hidupku, satu kata yang lelaki itu ucapkan di dunia menghancurkan dirinya di akhirat. (wallazi nafsi biyadihi latakallama bikalimatin aw baqat dunyahu wa akhiratah)

Sahih Al Albani, Sunan Abi Dawud 4901.

#####

Nah, sesudah membaca Hadist ini, apakah Anda masih mampu menyebut sesama Muslim sebagai munafik/kafir/murtad mewakili penilaian Allah Sang Khalik terhadap makhluk-Nya? Kewajiban kita masing-masing adalah beribadah sebaik-baiknya, bukan men-judge siapa-siapa sesama manusia yang yang akan masuk neraka.

Wallahu a’lam bishawab.

Pemahaman nenek lu!

Mau tahu apa yang terjadi dengan duit negara selama Ahok cuti?

Jika masuk ke laman http://apbd.jakarta.go.id/pub/plan/2017 maka yang kita temukan pertama kali adalah tampilan ini.

main

Silahkan klik yang pertama (paling atas):
FINALISASI RKPD
http://apbd.jakarta.go.id/pub/plan/2017/1/5

Ini adalah yang diajukan oleh Ahok yang gini hari sedang kagak bisa ngurus ginian gegara kudu cuti dalam rangka kampanye Pilkada 2017. Jumlahnya Rp.68,603,997,072,554 (bacanya enam puluh delapan koma enam trilyun rupiah).

Tampilannya:

apbd-dki-2017

Nah, lalu klik yang paling bawah:
PEMBAHASAN KUA PPAS APBD TAHUN 2017 ANTARA BANGGAR DENGAN TAPD
http://apbd.jakarta.go.id/pub/plan/2017/2/4

Ini adalah yang sedang dibahas antara Plt Gubernur DKI dengan Badan Anggaran DPRD. Jumlahnya Rp.70,289,412,291,554 (bacanya tujuh puluh koma dua trilyun rupiah).

Tampilannya:

apbd-dki-2017-banggar

BEDANYA:

compareapbdmarked

– Asumsi penerimaan pajak dinaikkan, tetapi retribusi turun Rp 200 milyar. Caranya gimana? Satu contoh: Dulu pendapatan Pemprov dari parkir di TIM hanya Rp.47 juta sebulan (sebelumnya dipegang oleh PT Putraja punya Haji Lulung) tapi begitu diambil alih Dishub bisa Rp.47 juta dalam 4 hari. Ya udah, balikin lagi aja ke PT Putraja.

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/05/12/10224941/Dulu.Pendapatan.Parkir.TIM.Rp.47.Juta.Sebulan.Sekarang.Rp.47.Juta.Hanya.4.Hari

– Gw nggak ngerti kenapa pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan kok turun ya?

– Belanja subsidi TURUN Rp. 330 milyar, tapi belanja hibah NAIK Rp.740 milyar. Padahal subsidi itu buat rakyat miskin khan maksudnya, kok diturunkan? Trus hibah itu buat siapa? Belanja bansos (poin 5.1.5) malah turun Rp.50 milyar…

– Bantuan keuangan kepada pemerintah desa naik Rp.70 milyar. Nah, ini kita husnuzhon aja, mungkin maksudnya bantuan buat RT/RW.

– Ada poin tambahan 5.1.8 yang judulnya belanja tak terduga Rp.347 milyar. Kok bisa sebanyak itu yang tak terduga sih?

– Belanja langsung pegawai (poin 5.2.1) naik Rp.64,5 milyar, tapi belanja barang dan jasa turun Rp.2,475 trilyun (berarti bakalan kurang nih beli bus TransJakarta yang baru). Belanja modal malah turun Rp.9,225 trilyun, alamat rada mandeg nih pembangunan (kalau asumsi gw bahwa ini alokasinya untuk infrastruktur).

Duuuuh…kangen deh gw sama China Kristen yang mampu nulis “Pemahaman nenek lu!” itu.

https://www.merdeka.com/peristiwa/ini-tulisan-tangan-ahok-pemahaman-nenek-lu-yang-bikin-dprd-ngamuk.html

ini-tulisan-tangan-ahok-pemahaman-nenek-lu-yang-bikin-dprd-ngamuk

An Nisa [4:24-73]

Senin pagi, 5 Desember 2016, saya melanjutkan membaca Qur’an mulai dari awal juz 5 hingga 50 ayat sampai An Nisa [4:73].

Ada dua ayat yang buat saya penting sekali bagi pasangan suami-istri untuk memiliki pemahaman yang sama mengenai peran dalam rumah tangga dan metode penyelesaian jika mengalami konflik, yaitu An Nisa [4:34-35].

whatsapp-image-2016-12-05-at-09-27-43

Di masa kampanye Pemilu 2004, ayat pertama di atas (ar rijalu qawwamu alan nisa’) sering digunakan sebagai argumen bahwa “lelaki adalah pemimpin bagi perempuan” (sehingga “jangan pilih Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden RI”). Padahal dalam Qur’an konteksnya adalah pengaturan tugas dalam hubungan suami istri di mana lelaki bertanggung jawab sebagai qawwam yang panjang lebar dijelaskan dalam laman ini: http://www.islamicperspectives.com/quran-4-34.htm

The verse begins with the statement that “men are qawwamun over women”. The root of the key word, qawwamun (pl. ofqawwam), is qama which means “to stand or to make something stand or to establish something”. It is often used in the Holy Qur’an in the sense of establishing religion or prayer. A related word is qa’im which means “one who stands or makes something stand”. Qawwam is an intensive form of qa’im and has a sense of continuity in the action involved. So it means one who is continuously standing over something (as, for example, a guard or caretaker) or one who is continuously making something stand, i.e. is maintaining it. In the Qur’anic usage of qawwam and related words there is almost always present an idea of propriety. For example, aqamah of salah is not only praying but also praying properly. The function of qawwam is also understood in the Qur’an to be characterized by fairness. Thus in 4:134 and 5:8, the only other passages in the Qur’an where the word is used, the believers are told:

“O you who believe! Be qawwamin with fairness…”

“O you who believe! Be qawwamin for God as witnesses to fairness…”

Thus to be a qawwam over something or someone is to guard, maintain or take care of that something or someone in a proper and fair manner. If there is any single word in English that can convey the meaning of the word as used in the present word it is probably the one used by Muhammad Pickthal, namely, guardian.

Jadi, ayat itu menyuruh lelaki untuk menjalankan tanggung jawab sebagai penjaga istri agar tetap di jalan yang benar sesuai ajaran Islam.

Menurut tafsir Ibnu Katsir, yang dimaksud nusyuz dalam ayat di atas adalah meninggalkan kewajiban selaku istri, seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya. Dalam hal ini, maka pertama-tama suami harus menasehati. Jika si istri masih belum menurut, maka pisah ranjang. Jika masih gagal juga langkah pembinaan ini maka (kalau perlu) istri dipukul tapi bukan untuk menyakiti, melainkan untuk menegur secara fisik bukan lagi hanya sebatas kata. Perlu diingat bahwa tidak ada dalam satu pun catatan dalam riwayat Rasulullah salallahu alayhi wassalam maupun para sahabat bahwa pernah ada istri yang dipukul.

An Nisa [4:35] memerintahkan jika terjadi perselisihan antar suami-istri maka harus dipanggilkan para penengah, satu dari pihak suami dan satu dari pihak istri, untuk mendamaikan. Memang ini yang paling bagus dijalankan, kebanyakan perceraian terjadi karena perselisihan dalam rumah tangga tidak diselesaikan dengan melibatkan penengah seperti yang diperintahkan dalam ayat itu sehingga suami dalam keadaan emosi menjatuhkan talaq atau istri langsung mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama.

Well, I should have known this ayat since decades ago.

Berapa Jumlah Peserta Aksi Ibadah 212?

Tersebar broadcast melalui WhatsApp dan lain-lain yang menyebut 7,43 juta orang menghadiri Aksi Ibadah di kawasan Monas-Thamrin, Jum’at – 2 Desember 2016 yang lalu.

Berarti sama dengan jumlah penduduk se-Hong Kong, atau 1,3x jumlah penduduk Singapore, atau 2x jumlah penduduk Puerto Rico, atau 3.4x jumlah penduduk Qatar, atau 6x jumlah penduduk Timor Leste  menurut perhitungan PBB.

Tahu berapa banyak jumlah pengungsi Rohingya di Myanmar? Ada 1,3 juta orang. Berarti yang ikut aksi ibadah itu sebanyak 5,7x jumlah mereka?

Jumlah jama’ah haji sedunia tahun 2016 lalu 1,9 juta orang. Berarti yang peserta 212 ada 3,8x jumlah itu?

Masa’ iya muat cuma dalam space segitu?

Seorang teman, Reza Lesmana, menghitung bahwa jumlahnya logisnya kurang dari 500 ribu orang, atau tidak sampai setengah dari jumlah penduduk Jakarta Pusat (sekitar 1,1 juta orang), atau sekitar 4.5% dari total penduduk DKI Jakarta (sekitar 11 juta orang).

212hitungan

Kalau sholat berjamaah di masjid, setiap orang menggunakan area sekitar 0.5 m2 (lebar saf ~1m dan lebar per orang ~50cm). Namun di lapangan kebutuhan per orang lebih banyak. Karena alas kaki dan/atau tas biasanya diletakkan dekat tempat sholat. Selain itu jika tidak ada garis yang disiapkan sebelumnya akan sulit menata saf yang lurus sempurna dan rapat. Jadi kita asumsikan saja setiap orang menggunakan 0.7 m2.

Yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah memperkirakan berapa total area yang dipergunakan sholat Jumat. Di sini kesulitannya adalah karena saya tidak punya informasi lengkap untuk memastikan batas-batasnya. Selain itu, batasnya bisa jadi agak “fuzzy”, tidak tegas. Tapi sekedar untuk mendapatkan estimasi kasar, saya mengambil banyak asumsi, antara lain:
– Jalan Merdeka Barat hanya sebagian kecil dipakai (karena kalau dipakai sampai istana, artinya lebih depan dari imam)
– Jalan Merdeka selatan terpakai hingga Balai Kota
– Jalan Thamrin terpakai hingga perempatan Sarinah
– Jalan Kebon Sirih dan H. Agus Salim terpakai hingga persimpangan antar keduanya
– Jalan Merdeka Timur dan Utara tidak digunakan
– Silang Monas terpakai semua kecuali Barat Laut.

(let me know kalau asumsi saya ada yang meleset)

Area-area yang diasumsikan dipakai utk Shalat Jumat saya gambar di atas foto satelit Monas dan sekitarnya (dari Google Map) menggunakan aplikasi Inkscape, sebuah editor gambar vektor. Aplikasi tersebut mempunyai tool untuk menghitung luas wilayah. Dari situ saya peroleh total area sejumlah 218,000 m2.

Beberapa masukan menyebutkan saf Sholat Jumat mencapai Tugu Tani. Jadi saya perluas asumsi areanya: Silang Monas Tenggara, Merdeka Selatan & Kebon Sirih terpakai semua. Jalan Sabang juga dipakai hingga Jakarta Theater.

Yang tidak termasuk adalah jamaah Shalat Jumat di mesjid sekitar seperti Istiqlal (Istiqlal sendiri jika penuh bisa 100,000 sendiri) dan Cut Meutia. Selain itu yang belum terhitung adalah yang di pelataran parkir gedung. Tapi sekilas tampaknya tidak terlalu signifikan dibanding dengan area yang sudah terhitung.

Terakhir, sedikit ralat dengan judul di infografis: Yang diestimasi di sini adalah jamaah Shalat Jumat di Monas. Definisinya relatif lebih jelas dibanding peserta aksi. Mengingat peserta aksi bisa datang dan pergi kapan saja. Termasuk yang Shalat Jumat di Istiqlal pun bisa jadi dianggap peserta aksi.

Dengan update di atas hitungan luasnya menjadi: 298,000 m2. Dan jumlah jamaah sekitar 426,000 orang.

Catatan tambahan:
Ini sekedar sebuah exercise hitung-hitung sederhana. Saya tidak mengklaim model atau asumsi yang saya gunakan yang paling benar. Jadi saya harap tidak ada yang perlu tersinggung. Jika anda punya model lebih baik utk menghitung, silakan berbagi di sini. Terima kasih sudah mampir.

Perhitungan lain: http://sp.mfkasim.com/2016/12/02/predicting-how-many-people-in-212/

Perhitungan CNN: http://www.cnnindonesia.com/nasional/20161205091436-20-177377/menghitung-jumlah-peserta-aksi212-di-jantung-jakarta/

Satu lagi perhitungan:

15439919_1466396966722288_2878043978569965810_n

Misalnya benar ada 7.4 juta orang berkumpul tanggal 2 Desember lalu di kawasan itu, jika satu orang ambil space 70 cm (lebar bahu) x 60 cm (dari belakang pantat sampai depan perut) = 0.42 sqm (asumsi mepet-mepetan berdiri kayak dalam commuter line di jam sibuk).

7.4 juta x 0.42 = 3,108,000 meter persegi atau 3 km x 1 km.

Kalau dilihat dari peta maka 7.4 juta orang itu akan muat semuanya BERDIRI MEPET-MEPETAN dalam luasan di bawah ini (1 kotak = 1 km x 1 km) dengan asumsi nggak ada pohon, nggak ada bangunan, semuanya dipenuhi manusia.

monas7jt

Belakangan ada klarifikasi bahwa jumlah peserta aksi itu sekitar 2,6-3,9 juta orang.

15380672_1060114737444018_1292662792377017447_n

Sepertinya angka itu masih terlalu besar untuk dijejalkan dalam area hanya 1,3 kilometer persegi karena sama dengan jumlah penduduk Kota Bandung yang luasnya 167 kilometer persegi (https://goo.gl/maps/C6FT88mda682).

bandung-monascompare

Lagipula, jika melihat foto jama’ah haji di Makkah ini (sekitar 2 juta orang), apakah mungkin muat jika semuanya dipindahkan ke Lapangan Monas dan sekitarnya?

mecca04

My Collection of Waffle Recipes

After had egg waffles for breakfast since last week, today I bought two essential items to make Belgian waffles: Batter dispenser and heart-shaped waffle pan. Since my pan will  not arrive until next few days, then I have time to collect below looks-yummy recipes.

http://www.injennieskitchen.com/2009/09/sunday-best-homemade-waffles/

Quick & Easy Homemade Waffles
Makes 5 to 6 Belgian-style waffles

You’ll never use a mix again after you try this super easy recipe. I love topping them with fresh berries when they’re in season. Some preserved jam is a tasty pick-me-up during the cold winter months too. And if you grew up with Mrs. Butterworth or Aunt Jemima and still crave them no matter what anyone says about pure maple syrup, then head to Trader Joe’s. They make an agave-maple blend that’s got all the taste you want without the high-fructose corn syrup and artificial flavors.

1 3/4 cups flour
1 tablespoon baking powder
1/2 teaspoon salt
1 3/4 cups milk
2 large eggs
1/2 cup melted butter
1 teaspoon vanilla extract

Whisk the flour, baking powder and salt together in a medium bowl. In another bowl, beat the milk, eggs, melted butter and vanilla extract. Pour the milk mixture over the dry mixture and stir with a fork until just combined. Let sit five minutes to “develop” (just a fancy word for letting the baking powder activate).

Meanwhile, heat your waffle iron. Pour, or ladle, enough batter to cover about 2/3 of the surface (the rest will spread once you close the top). Most waffle irons have a handy light that goes on or off, signaling the waffles are ready. A sure sign of doneness is once you see all the steam has stopped shooting out.

http://www.food.com/recipe/basic-batter-waffles-110683

INGREDIENTS

2 eggs
1 2⁄3 cups milk
1⁄3 cup vegetable oil
2 cups all-purpose flour
1 tablespoon baking powder
2 tablespoons sugar
1⁄2 teaspoon salt
1 teaspoon vanilla
1 teaspoon maple extract (optional)

DIRECTIONS

– Mix all dry ingredients together using a large whisk.
– Mix the wet ingredients together.
– Gently combine but don’t overmix.
– Cook as your waffle maker directs.
– Sprinkle with powdered sugar (my daughter).
– Cover with toasted nuts, bananas, and real maple syrup (me!).
– Pour on Log Cabin (my son) and Michele’s Maple Cream Syrup for my husband!

http://www.somethingswanky.com/easy-and-fluffy-belgian-waffles/

Easy and Fluffy Belgian Waffles

INGREDIENTS

1 3/4 c. AP flour
1/4 cup corn starch
2 tbsp. sugar
1 tbsp. baking powder
1/4 tsp. salt
2 eggs
1 3/4 c. milk
1/2 c. cooking oil
1 1/2 tsp. vanilla
a pinch of nutmeg
1/2 tsp cinnamon

DIRECTIONS

– Preheat your waffle iron.
– Whisk all of the ingredients together in a large bowl until smooth.
– (Grease waffle iron before each use) Pour approximately 1/2 cup batter onto the hot waffle iron, and cook for 3:30 minutes, or to your liking.
– Serve hot and fresh with berries and whipped cream!

http://www.bettycrocker.com/recipes/waffles/f4760054-72a9-4316-9377-f636dd58bc8e

There’s something totally satisfying about making homemade waffles. A delicious combo of warm and fluffy and golden and crunchy, waffles are our favorite way to wake up in the morning. With just a few pantry staples and a waffle iron, you’ll be able to perfect this waffle recipe in no time.

INGREDIENTS

2 eggs
2 cups Gold Medal™ all-purpose or whole wheat flour
1 tablespoon sugar
4 teaspoons baking powder
1/4 teaspoon salt
1 3/4 cups milk
1/2 cup vegetable oil or melted butter
Fresh berries, if desired

DIRECTIONS

1 Heat waffle iron. (Waffle irons without a nonstick coating may need to be brushed with vegetable oil or sprayed with cooking spray before batter for each waffle is added.)
2 In large bowl, beat eggs with wire whisk until fluffy. Beat in remaining ingredients except berries just until smooth.
3 Pour slightly less than 3/4 cup batter onto center of hot waffle iron. (Check manufacturer’s directions for recommended amount of batter.) Close lid of waffle iron.
4 Bake about 5 minutes or until steaming stops. Carefully remove waffle. Serve immediately. Top with fresh berries. Repeat with remaining batter.

http://www.thekitchn.com/recipe-diy-pancake-amp-waffle-mix-recipes-from-the-kitchn-218448

This mix is very basic, but extremely versatile. First of all, you can use it to make both pancakes and waffles. Feel free to substitute whole-grain flours or use alternative sweeteners. For even more flavor, fold sliced fruit, chocolate chips, and/or spices into the batter — hello, blueberry pancakes and chocolate chip waffles! Top with real maple syrup, a dusting of powdered sugar, or chopped nuts.

Everyday Pancake & Waffle Mix

Makes about 8 1/2 cups of mix, enough about 4 batches of pancakes or waffles
For the dry mix:
8 cups all-purpose flour
1/2 cup granulated sugar
2 tablespoons baking powder
2 teaspoons baking soda
1 1/2 teaspoons salt

For one batch of pancakes (12 to 15 pancakes):
2 cups dry mix
2 large eggs
2 cups whole, 2%, or nonfat milk (see Recipe Note)
6 tablespoons melted butter, cooled
1 teaspoon vanilla extract

For one batch of waffles (8 to 10 waffles):
2 cups dry mix
2 large eggs
1 3/4 cup whole, 2%, or nonfat milk, almond milk, or soy milk
4 tablespoons melted butter, cooled
1 teaspoon vanilla extract

For the Mix:

Sift together all of the dry ingredients. Store in a sealable container in a cool, dry place for up to a year.

For the Pancakes:

– Give the mix a good shake, then measure the amount you need and transfer to a large mixing bowl. In a liquid measuring cup, whisk together the milk, eggs, butter, and vanilla. Slowly pour the milk mixture into the flour mixture while stirring. Whisk until smooth. Let rest for 10 to 15 minutes.

– While the batter rests, heat your griddle or large nonstick pan over medium heat. Once hot, coat pan or griddle with butter or nonstick spray as necessary. Pour about 1/4 cup of batter onto the hot griddle for each pancake, spacing the pancakes a little apart. When you see large bubbles begin to form and pop on the surface after 2 to 3 minutes (not just on the edges), flip and cook until done.

For the Waffles:

Preheat your waffle iron. Prepare the batter as you would for the pancakes — no need to rest for waffle batter. Cook waffles according to the manufacture’s instructions for the waffle iron. Coat waffle iron with butter, oil, or nonstick spray as necessary.

Recipe Note: Non-dairy milks like almond milk and soy milk can be used in this recipe, but your pancakes will be a bit thinner and less fluffy.